
Pernah dengar lagu ”The greatest love of all” yang dinyanyikan oleh Whitney Houston? Salah satu bait dari lagu ini mengatakan bahwa ”Belajar mencintai diri sendiri merupakan bentuk cinta yang teragung” (Learning to love yourself is the greatest love of all). Mencintai diri sendiri di sini bukan berarti kita menjadi orang yang sombong dan takabur, melainkan kita memiliki citra diri yang positif.
Mengapa citra diri positif itu penting, apa manfaat dari memiliki citra diri positif, serta kiat apa yang perlu kita terapkan untuk membentuk citra diri yang positif? Jawabannya ada di pembahasan berikut. Selamat membaca.
PENTINGNYA CITRA DIRI POSITIF
”You are what you think,” demikian kata pepatah. Jadi jika kita memiliki citra diri positif, maka kita akan mengalami berbagai macam hal positif sesuai dengan apa yang kita pikirkan. Rendall Fitzgerald percaya bahwa orang yang memiliki citra positif adalah orang yang beruntung, dan orang yang beruntung akan menikmati banyak hal yang menguntungkan, antara lain:
Membangun Percaya Diri. Citra diri yang positif secara alamiah akan membangun rasa percaya diri, yang merupakan salah satu kunci sukses. Dengan citra diri positif, Christopher ”Superman” Reeves, aktor pemeran tokoh Superman, yang menjadi lumpuh dari leher ke bawah setelah mengalami kecelakaan dalam berkuda, tidak berlama-lama menangisi nasibnya yang sepertinya terlihat buruk. Citra dirinya yang positif mendorongnya untuk melakukan sesuatu yang masih dapat ia lakukan. Fokus pada hal-hal yang masih bisa dilakukan (bukannya pada hal-hal yang sudah tidak bisa ia lakukan lagi), berhasil mendongkrak rasa percaya diri Reeves.
Dengan rasa percaya diri tinggi ini, Reeves bertindak untuk tetap berkarya. Ia berkeliling menjadi pembicara motivasional yang memberikan semangat kepada mereka yang menderita kelumpuhan yang sama untuk tidak menyerah dan menangisi nasib, tetapi mencari hal-hal yang masih bisa dilakukan. Selain itu, Reeves juga mulai menyutradarai sebuah film tentang seorang gadis cerdas dan aktif yang mengalami kecelakaan serupa yang dialami Reeves. Gadis ini, yang memang sudah memiliki citra diri positif, masih bisa tetap berkarya bagi masyarakat sekitarnya dengan pemikiran dan ide-ide briliannya yang dituangkan dalam berbagai tindakan nyata dan hasil tulisan.
Meningkatkan Daya Juang. Dampak langsung dari citra diri positif adalah semangat juang yang tinggi. Orang yang memiliki citra diri positif, percaya bahwa dirinya jauh lebih berharga daripada masalah, ataupun penyakit yang sedang dihadapinya. Ia juga bisa melihat bahwa hidupnya jauh lebih indah dari segala krisis dan kegagalan jangka pendek yang harus dilewatinya. Seperti juga Reeves, Lance Armstrong, pebalap sepeda internasional yang menderita kanker testis tidak menyerah pada penyakit yang merongrongnya. Segala upaya dijalaninya dengan tekun untuk mengalahkan penyakit ini dan meraih kembali gelar juara dunia yang sempat ditinggalkannya selama berjuang menuju pemulihan dari sakit kanker. Usahanya tidak sia-sia, Lance Armstrong berhasil meraih kembali gelar-gelar juara dunia bergengsi satu demi satu.
MANFAAT CITRA DIRI POSITIF
Seseorang yang memiliki citra diri yang positif mendapatkan berbagai manfaat, bagi yang berdampak positif bagi dirinya sendiri maupun untuk orang-orang di sekitarnya.
Membawa Perubahan Positif. Orang yang memiliki citra diri positif senantiasa mempunyai inisiatif untuk menggulirkan perubahan positif bagi lingkungan tempat ia berkarya. Mereka tidak akan menunggu agar kehidupan menjadi lebih baik, sebaliknya, mereka akan melakukan perubahan untuk membuat kehidupan menjadi lebih baik. Norman Monath yang diberhentikan dari pekerjaannya di sebuah penerbitan, tidak berlama-lama menangisi nasib. Ia berinisiatif mengubah kehidupannya dari titik rendah menuju puncak. Ia menghubungi beberapa relasi, teman dan kerabat yang dipercayai memiliki pengalaman berharga dalam membangun bisnis penerbitan. Ia juga tidak menunggu sampai ia memiliki uang yang cukup untuk membangun bisnis, ia menciptakan peluang untuk mendapatkan investor yang bersedia untuk mempercayakan uang mereka untuk dikelola oleh Norman Monath.
Usaha Monath pun akhirnya membuahkan hasil, ia berhasil membangung usaha penerbitannya sendiri dengan modal dana dan ide dari relasi yang berhasil diyakinkannya. Florence Nightingale, perawat yang melihat keburukan pelayanan kesehatan semasa perang, juga memiliki citra diri positif. Ia tidak pasrah saja pada keadaan kebersihan yang buruk, dan pendataan pasien yang tidak sistematis semasa perang. Ia membuat banyak perubahan di industri rumah sakit dengan menetapkan standar kebersihan dan sistem administrasi yang teroganisasi dengan rapih, sehingga pasien yang perlu perawatan di rumah sakit bisa menikmati kualitas layanan yang prima. Perubahan yang digulirkan oleh Florence akhirnya mampu merevolusi industri kesehatan saat itu, dan banyak diikuti oleh rumah sakit di berbagai negara di seluruh dunia.
Mengubah Krisis Menjadi Keberuntungan. Selain membawa perubahan positif, orang yang memiliki citra positif juga mampu mengubah krisis menjadi kesempatan untuk meraih keberuntungan. Citra diri yang positif mendorong orang untuk menjadi pemenang dalam segala hal. Menurut orang-orang yang bercitra diri positif kekalahan, kegagalan, kesulitan dan hambatan sifatnya hanya sementara. Fokus perhatian jangan pada kondisi yang tidak menguntungkan tersebut, melainkan perlu diarahkan pada jalan keluar. Menurut Helen Keller, seringkali kita memandang pada pintu yang tertutup terlalu lama, sehingga kita tidak melihat bahwa ada pintu-pintu kesempatan lain yang terbuka untuk kita. Kita seringkali memandang dan menyesali kegagalan, krisis dan masalah yang menimpa terlalu lama, sehingga kita kehilangan harapan dan semangat untuk melihat kesempatan lain yang sudah terbuka bagi kita. John Forbes Nash, pemenang nobel di bidang ilmu pengetahuan ekonomi dan matematika, justru merasa tertantang ketika mengalami soal matematika atau permasalahan ekonomi yang sulit. Kesulitan-kesulitan ini menurut Forbes, merupakan kesempatan untuk membuktikan kemampuannya memecahkan masalah tersebut. Kesulitan dan masalah dalam matematika dan ekonomi, mendorongnya untuk mencari cara-cara baru yang lebih efektif dan kreatif sebagai solusi bagi permasalahan tersebut.
Oleh : HENDRY RISJAWAN (Trainers Club .or.id)
Gambar : shuelunk.wordpress.com