Minggu, 05 April 2009

Butir Padi Pertanda Kasih


(Hendry Risjawan Trainers Club)

Dua bersaudara bekerja bersama-sama di ladang milik keluarga mereka.
Yang seorang telah menikah dan memiliki sebuah keluarga besar. Yang
lainnya masih lajang. Ketika hari mulai senja, kedua bersaudara itu
membagi sama rata hasil yang mereka peroleh.


Pada suatu hari, saudara yang masih lajang itu berpikir, "Tidak adil
jika kami membagi rata semua hasil yang kami peroleh. Aku masih lajang
dan kebutuhanku hanya sedikit." Karena itu, setiap malam ia mengambil
sekarung padi dari lumbung miliknya dan menaruhnya di lumbung milik
saudaranya.


Sementara itu, saudara yang telah menikah itu berpikir dalam hatinya,
"Tidak adil jika kami membagi rata semua hasil yang kami peroleh. Aku
punya istri dan anak-anak yang akan merawatku di masa tua nanti,
sedangkan saudaraku tidak memiliki siapa pun dan tidak seorang pun akan
peduli padanya pada masa tuanya." Karena itu, setiap malam ia pun
mengambil sekarung padi dari lumbung miliknya dan menaruhnya di lumbung
milik saudara satu-satunya itu.


Selama bertahun-tahun kedua bersaudara itu menyimpan rahasia itu
masing-masing, sementara padi mereka sesungguhnya tidak pernah
berkurang, hingga suatu malam keduanya bertemu, dan barulah saat itu
mereka tahu apa yang telah terjadi. Mereka pun berpelukan.


Renungan:
Jangan biarkan persaudaraan rusak karena harta, justru pereratlah
persaudaraan tanpa memusingkan harta.