Senin, 31 Mei 2010

Ada Apa Dibalik Metamorfosis ?


”Suatu hari, Muncul celah kecil pada sebuah kepompong. Sementara itu seorang pria duduk dan memperhatikan calon kupu2 tsb berjuang keras selama berjam2 untuk mendorong tubuhnya keluar melalui lobang.
Bagi si pria tampaknya usaha tsb sia sia, berhenti dan tidak ada perkembangan yang berarti. Seolah olah terlihat usaha tersebut sudah mencapai satu titik, dimana tidak bisa. Maka, pria itu memutuskan untuk membantu kupu2 itu.

Dia mengambil sebuah gunting dan membuka kepompong itu.Kemudian kupu2 itu keluar dengan sangat mudahnya

Tapi apa yg terjadi? Kupu2 itu memiliki tubuh yg tidak sempurna. Tubuhnya kecil dan sayapnya tidak berkembang
Pria itu tetap memperhatikan dan berharap , tidak lama lagi, sayap tersebut akan terbuka, membesar dan berkembang menjadi kuat untuk dapat mendukung badan kupu2 itu sendiri. Apa daya, semua yg diharapkan pria itu tidak terjadi ! Kenyataanya, kupu kupu tersebut malah menghabiskan seluruh hidupnya merayap dengan tubuhnya yg lemah dan sayap yg terlipat.

Kupu kupu tsb tidak pernah bisa terbang !

Ternyata apa yang pria itu lakukan, dengan segala kebaikan dan niat baiknya, dia tidak pernah mengerti, bahwa perjuangan untuk mengeluarkan badan kupu2 dari kepompong dengan cara mengeluarkan seluruh cairan dari badannya adalah suatu proses yang dibutuhkan, sehingga sayapnya dapat berkembang dan siap untuk terbang begitu keluar dari kepompong tersebut,sesuai dengan yang sudah ditentukan.

Seringkali, Perjuangan adalah sesuatu yg kita butuhkan dalam hidup ini. Jika TUHAN memperbolehkan kita melewati hidup ini tanpa cobaan,hal ini akan membuat kita lemah.. Kita tidak akan sekuat seperti apa yang kita harapkan, dan tidak akan pernah terbang seperti kupu2 itu. Kita meminta Kekuatan...dan TUHAN memberi kita kesulitan untuk kita hadapi dan membuat kita menjadi kuat.

Kita meminta kebijaksanaan...dan TUHAN memberikan kita masalah2 yg harus kita pecahkan.

Kita meminta kemakmuran...dan TUHAN memberikan otak dan kekuatan
Kita meminta Keberanian...dan TUHAN memberi kita rintangan untuk kita hadapi.

Kita meminta Cinta...dan TUHAN memberikan orang2 yg dalam kesulitan untuk kita bantu.
Kita meminta pertolongan...dan TUHAN memberi kita kesempatan

“Kita tidak menerima apa yang kita inginkan....,
Tapi kita menerima apa yang kita butuhkan. "
Jalanilah hidup tanpa ketakutan, hadapi semua masalah dan yakinlah bahwa kita dapat mengatasi semua itu.

Janji adalah Utang


Hari ini rasanya sungguh aneh. Yulia merasa dikelilingi oleh berbagai
kejadian yang mirip antara satu dengan yang lainnya. Yulia teringat
kejadian kemarin waktu dia pergi ke sebuah mal.
Ketika sedang turun melalui tangga berjalan, di hadapannya terdapat
seorang ibu dan anak perempuannya yang masih kecil. Ibu itu berdiri
di depan, anaknya di belakang bersama seorang babysitter. Anak ini
memegang kantong makanan ringan yang sudah dibuka di tangan kirinya.
Agak kerepotan juga karena lengan kirinya dipegangi sang babysiter.
Tangan kanannya berusaha memegangi kantong makanan ringan tersebut.

Ibunya kemudian menoleh ke belakang dan berkata:"Sini kantong
makanannya, ibu bawakan. Biar tidak repot." Anak itu ragu-ragu
sejenak. Tapi setelah berpikir sebentar, dia mengulurkan tangannya
sambil berkata:"Jangan dimakan!". "Nggak", kata ibunya. Anak itu
percaya perkataan ibunya dan menyerahkan kantong makanannya. Tapi
Yulia kaget ketika melihat sang ibu langsung mengambil dan
memakannya. Anak kecil itu berteriak:"Jangan dimakan!". Si ibu hanya
tertawa.

Sesampainya di bawah, anak kecil tadi merebut kembali kantong makanan
dari tangan ibunya sambil marah-marah. Yang membuat Yulia sedih,
Yulia melihat ekspresi kekecewaan dalam diri anak tersebut. Janji
ibunya yang dipercayainya, ternyata tidak ditepati.

Mungkin bagi sang ibu, kejadian itu dianggap lucu. Tapi bagi si anak,
hatinya luka dan kecewa. Apa arti sebuah janji kalau tidak bisa
dipercaya? Kalau lain kali ibunya berjanji seperti itu lagi, apakah
anaknya bisa percaya?

Ingkar janji

Yulia teringat ketika dia dulu masih kecil. Kebetulan Yulia senang
ilmu bela diri. Yulia memiliki seorang paman yang sangat baik. Suatu
kali pamannya ini membicarakan ilmu bela diri Yulia. Pamannya
kemudian ingin mengukur kekuatan pukulan Yulia. Beliau meminta agar
Yulia memukul lututnya. Yulia menolak karena tidak ingin menyakiti
lutut pamannya. Tapi pamannya meyakinkannya bahwa beliau tidak akan
sakit.

Dari bimbang, akhirnya Yulia percaya penuh pada pamannya. Dia pun
mengepalkan tinjunya yang kecil dan memukul lutut pamannya dengan
keras. Tepat pada saat tinjunya hampir mengenai lutut sang paman,
beliau menggerakkan lututnya dan menghindar. Kepalan tangan Yulia
membentur pinggiran kursi yang terbuat dari kayu. Sakitnya bukan
kepalang. Tapi, yang lebih sakit lagi adalah hatinya. Yulia sangat
kecewa karena pamannya ternyata menipunya. Dia sudah menaruh
kepercayaan penuh pada pamannya, tapi sang paman mengkhianatinya.
Tapi pamannya terus tertawa karena menganggap kejadian itu lucu.
Sungguh menyakitkan hati.

Rina, rekan kerja di ruang sebelah juga sedang menggerutu. Rina sudah
lama berteman dengan Meri. Kemarin Meri pindah rumah. Rina yang sudah
pernah merasakan repotnya pindah rumah berniat membantu Meri. Karena
itu Rina mengatakan agar Meri tidak perlu khawatir. Rina pasti akan
membantunya membereskan barang-barang di rumah barunya. Tapi kemarin
Rina sibuk sekali di kantor. Karena itu, sorenya Rina malas ke rumah
Meri. Ternyata Meri menelepon dan menanyakan mengapa Rina tidak
datang. Meri menagih janji Rina.

Tapi rupanya Rina tidak suka. Memangnya saya berutang pada Meri?
Katanya. Yulia menjawab :"Janji adalah utang."

Ferdi tadi menelepon. Dulu Ferdi bekerja di kantor tempat Yulia
bekerja. Sudah dua tahun dia di sana. Kemudian dia pindah bekerja di
perusahaan lain. Baru dua minggu dia bekerja di perusahaan yang baru
itu. Ketika akan masuk kerja, dia dijanjikan mobil dan jabatan yang
tinggi. Tentu saja Ferdi senang sekali bekerja di perusahaan
tersebut.

Tapi ternyata fasilitas yang sudah dijanjikan tidak sesuai. Tak ada
mobil. Ketika Ferdi menagih ke atasannya sesuai janjinya, malah
beliau tersinggung. Katanya, dia kan tidak berutang apa-apa? Lagipula
belum kelihatan hasil kerjanya kok minta mobil. Kalau ternyata
perusahaan berat memberikan mobil, mengapa dulu begitu mudah
mengucapkan janji? Bukankah janji adalah utang?

Di bagian penjualan, pagi tadi ada pelanggan yang marah-marah karena
salah seorang karyawan berjanji akan datang pukul sembilan sambil
membawakan formulir pesanan, ternyata hingga dua hari dia tidak
muncul. Ada juga yang marah-marah karena bagian penjualan berjanji
akan menelepon sepuluh menit lagi, eh ternyata sudah satu jam tidak
juga menelepon. Padahal orang tersebut sudah menunggu di samping
pesawat telepon.

Hari ini Yulia belajar sesuatu. Sebagian orang sangat meremehkan
janji. Padahal janji adalah utang yang harus ditepati. Yulia berniat
tidak akan terlalu mudah mengucapkan janji. Dia sadar kadang-kadang
janji diucapkan hanya untuk menunjukkan pada orang lain bahwa dia
baik. Tapi Yulia diingatkan, bukan janji yang membuat orang kagum
pada kita. Tapi menepati janji yang pernah diucapkan jauh lebih
berharga. "Janji adalah utang". Keep your promise!

Lisa Nuryanti, Director Expands
Consulting & Training Specialist

Dua Ekor Katak


Dua ekor katak tak sengaja terjatuh ke dalam sebuah
tong yang penuh dengan krim. Mereka berenang ke sana
ke mari dengan panik dan berusaha melompat keluar dari
tong itu.

Akhirnya, ada seekor katak yang kelelahan dan
menyerah. Dia mengeluh, "Tidak ada gunanya berenang ke
sana ke mari!" Dia mengayunkan kakinya untuk terakhir
kalinya, lalu tenggelam dalam keputusasaan. Dia gagal.

Tinggal sang katak yang lainnya. Dia benar-benar
berbeda. Dia tidak mau menyerah. Selalu ada jalan
keluar, pikirnya. Dia terus berenang, mempertahankan
hidupnya.

Dan suatu kejutan baginya. Krim itu perlahan tapi
pasti mulai berubah. Ya, berubah mengeras dan menjadi
mentega. Akhirnya, dia mendapat pijakan yang kuat dan
melompat keluar dari tong itu.

Ah, jika saja Anda tidak menyerah dan terus berusaha,
Anda pasti bisa menendang masalah itu keluar dari
kehidupan Anda. (Anonim)

Life is Beautiful, temans




Terkadang kita sering merasa menjadi orang "termalang dan termiskin di dunia" (ngutip dari syair lagu Megi Z, dikit yach!). Biasanya ini terjadi setelah mendengar kabar atau ngobrol langsung dengan orang-orang yang lebih beruntung dari kita. Kita sering meratapi nasib, mengapa kita seberuntung mereka, terutama dalam hal materi.

Berikut ini adalah sebuah renungan yang benar-benar menyentuh hati ketika saya baca dari blognya kang Rachmat yang beralamatkan grachmat.blogspot.com. Silakan simak pembaca sekalian, semoga setelah ini kita bisa menjadi orang yang bersyukur atas "keberuntungan" yang selama ini tidak pernah kita sadari...

Pandangan tentang hidup ini benar-benar telah berubah!Tepatnya terjadi setelah saya bercakap-cakap dengan teman saya. Ia mengatakan kepada saya bahwa walau ia mempunyai 2 pekerjaan dan berpenghasilan sangat minim setiap bulannya, namun ia tetap merasa bahagia dan senantiasa bersukacita. Saya pun jadi bingung, bagaimana bisa ia bersukacita selalu dengan gajinya yang minim itu untuk menyokong kedua orangtuanya, mertuanya, istrinya, 2 putrinya, ditambah lagi tagihan-tagihan rumah tangga yang numpuk!

Kemudian ia menjelaskan bahwa itu semua karena suatu kejadian yang ia alami di India. Hal ini dialaminya beberapa tahun yang lalu saat ia sedang berada dalam situasi yang berat. Setelah banyak kemunduran yang ia alami itu, ia memutuskan untuk menarik nafas sejenak dan mengikuti tur ke India. Ia mengatakan bahwa di India, iamelihat tepat di depan matanya sendiri bagaimana seorang ibu MEMOTONG tangan kanan anaknya sendiri dengan sebuah golok!!

Keputusasaan dalam mata sang ibu, jeritan kesakitan dari seorang anak yang tidak berdosa yang saat itu masih berumur 4 tahun!!, terus menghantuinya sampai sekarang. Kamu mungkin sekarang bertanya-tanya, kenapa ibu itu begitu tega melakukan hal itu? Apa anaknya itu 'so naughty' atau tangannya itu terkena suatu penyakit sampai harus dipotong? Ternyata tidak!!! Semua itu dilakukan sang ibu hanya agar anaknya dapat ..MENGEMIS.. .!! Ibu itu sengaja menyebabkan anaknya cacat agar dikasihani orang-orang saat mengemis di jalanan !! Saya benar-benar tidak dapat menerima hal ini, tetapi ini adalah KENYATAAN!! Hanya saja hal mengerikan seperti ini terjadi di belahan dunia yang lain yang tidak dapat saya lihat sendiri !!

Kembali pada pengalaman sahabat saya itu, ia juga mengatakan bahwa setelah itu ketika ia sedang berjalan-jalan sambil memakan sepotong roti, ia tidak sengaja menjatuhkan potongan kecil dari roti yang ia makan itu ke tanah. Kemudian dalam sekejap mata, segerombolan anak kira-kira 6 orang anak sudah mengerubungi potongan kecil dari roti yang sudah kotor itu... mereka berebutan untuk memakannya!! (suatu reaksi yang alami dari kelaparan).

Terkejut engan apa yang baru saja ia alami, kemudian sahabatku itu menyuruh guidenya untuk mengantarkannya ke toko roti terdekat. Ia menemukan 2 toko roti dan kemudian membeli semua roti yang ada di kedua toko itu! Pemilik toko sampai kebingungan, tetapi ia bersedia menjual semua rotinya. Kurang dari $100 dihabiskan untuk memperoleh 400 potong roti (jadi tidak sampai $0,25 / potong) dan ia juga menghabiskan kurang lebih $ 100 lagi untuk membeli barang keperluan sehari-hari.

Kemudian ia pun berangkat kembali ke jalan yang tadi dengan membawa satu truk yang dipenuhi dengan roti dan barang-barang keperluan sehari-hari kepada anak-anak (yang kebanyakan CACAT) dan beberapa orang-orang dewasa disitu! Ia pun mendapatkan imbalan yang sungguh tak ternilai harganya, yaitu kegembiraan dan rasa hormat dari orang-orang yang kurang beruntung ini! Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, ia merasa heran bagaimana seseorang bisa melepaskan kehormatan dirinya hanya untuk sepotong roti yang tidak sampai $ 0,25!!

Ia mulai bertanya-tanya pada dirinya sendiri, betapa beruntungnya ia masih mempunyai tubuh yang sempurna, pekerjaan yang baik, juga keluarga yang hangat. Juga untuk setiap kesempatan dimana ia masih dapat berkomentar mana makanan yang enak, mempunyai kesempatan untuk berpakaian rapi,punya begitu banyak hal dimana orang-orang yang ada di hadapannya ini AMAT KEKURANGAN!!

Sekarang aku pun mulai berpikir seperti itu juga! Sebenarnya, apakah hidup saya ini sedemikian buruknya? TIDAK, sebenarnya tidak buruk sama sekali!! Nah, bagaimana dengan anda ? Mungkin di waktu lain saat kamu mulai berpikir seperti aku, cobalah ingat kembali tentang seorang anak kecil yang HARUS KEHILANGAN sebelah tangannya hanya untuk mengemis di pinggir jalan..!! Saudara, banyak hal yang sudah kita alami dalam menjalani kehidupan kita selama ini, sudahkah kita BERSYUKUR? Apakah kita mengeluh saja dan selalu merasa tidak puas dengan apa yang sudah kita miliki??

Jangan Menyerah (D' Masiv)













tak ada manusia
yang terlahir sempurna
jangan kau sesali
segala yang telah terjadi



kita pasti pernah
dapatkan cobaan yang berat
seakan hidup ini
tak ada artinya lagi

syukuri apa yang ada
hidup adalah anugerah
tetap jalani hidup ini
melakukan yang terbaik

ak ada manusia
yang terlahir sempurna
jangan kau sesali
segala yang telah terjadi

Tuhan pasti kan menunjukkan
kebesaran dan kuasanya
bagi hambanya yang sabar
dan tak kenal putus asa

Yups ! lirik lagu "jangan Menyerah" dari D Masiv ini layak untuk direnungkan. Jadi temans, sambil nyanyi kita sambil merenung juga, boleh khan ?

Berikut juga adalah kutipan yang entah darimana sumbernya karena inipun saya dapatkan dari kiriman email seorang teman. Tapi dengan didasari niat baik untuk menyebarluaskan "pelajaran" di dalamnya maka saya posting kutipan ini sebagai berikut :

Coba renungkan ini sebelum Anda mulai mengeluhkan berbagai hal yang terjadi dalam hidup Anda… :

1. Hari ini sebelum kamu mengatakan kata-kata yang tidak baik,
Pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali

2. Sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu,
Pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

3. Sebelum anda mengeluh tidak punya apa-apa,
Pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta dijalanan.

4. Sebelum kamu mengeluh bahwa kamu buruk,
Pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk didalam hidupnya.

5. Sebelum kamu mengeluh tentang suami atau istri anda,
Pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Tuhan untuk diberikan teman hidup

6. Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu,
Pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat

7. Sebelum kamu mengeluh tentang anak-anakmu,
Pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul

8. Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kotor karena pembantumu tidak mengerjakan tugasnya,
Pikirkan tentang orang-orang yang tinggal dijalanan

9. Sebelum kamu mengeluh tentang jauhnya kamu telah menyetir,
Pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan

10. Dan disaat kamu lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu,
Pikirkan tentang pengangguran,orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti anda.

11. Sebelum kamu menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain,
Ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa.

12. Dan ketika kamu sedang bersedih dan hidupmu dalam kesusahan,
Tersenyum dan berterima kasihlah kepada Tuhan bahwa kamu masih hidup !

Begitu dalam "pelajaran" di dalamnya, setuju khan temans ...?