Jumat, 10 Juli 2009

Cerita Jagung


Seorang wartawan mewawancarai seorang petani untuk mengetahui rahasia
dibalik buah jagungnya yang selama bertahun-tahun selalu berhasil
memenangkan kontes perlombaan hasil pertanian.
Petani itu mengaku ia samasekali tidak mempunyai rahasia khusus karena
ia selalu membagi-bagikan
bibit jagung terbaiknya pada tetangga-tetangga disekitar perkebunannya.

"Mengapa anda membagi-bagikan bibit jagung terbaik itu pada
tetangga-tetangga anda?
Bukankah mereka mengikuti kontes ini juga setiap tahunnya?" tanya sang
wartawan.

"Tak tahukah anda?," jawab petani itu.

"Bahwa angin menerbangkan serbuk sari dari bunga-bunga yang masak dan
menebarkannya dari satu ladang ke ladang yang lain. Bila tanaman jagung
tetangga saya buruk, maka serbuk sari yang ditebarkan ke ladang saya
juga buruk.
Ini tentu menurunkan kualitas jagung saya. Bila saya ingin mendapatkan
hasil jagung yang baik,
saya harus menolong tetangga saya mendapatkan jagung yang baik pula."

Begitu pula dengan hidup kita.
Mereka yang ingin meraih keberhasilan harus menolong tetangganya menjadi
berhasil pula.
Mereka yang menginginkan hidup dengan baik harus menolong tetangganya
hidup dengan baik pula.
Nilai dari hidup kita diukur dari kehidupan-kehidupan yang disentuhnya.
Tetapi jika kita selalu berpikiran negative dengan mempengaruhi yang
lain maka kehidupan kita juga akan menjadi negative.

Sumber : Millis Pengemangan Kepribadian
_____________________________________

Tidak ada komentar:

Posting Komentar