
(Samuel Mulia)
1. Tanya diri anda, apakah anda cantik, ganteng, pintar, kaya, bisa
ini, bisa itu. Kalau salah satu saja tak terpenuhi, mbok mulutnya
dibungkam saja.
2. Lihat "halaman rumah" anda sendiri, apakah halamannya kotor atau
bersih, dipelihara atau tidak, sebelum anda memberi komentar
atas "halaman rumah" orang lain.
3. Hapuskan perasaan iri yang menguasai hati anda. Kritik atau
komentar dapat disampaikan, tetapi dengan hati yang bersih tanpa ada
udang di balik batu. Dan kalau menyampaikan kritik, tak perlu emosi,
biasa saja seperti sedang mengobrol. Kalau tidak bisa coba anda
membayangkan anda yang dikritik dengan suara tinggi. Mau tidak?
Tidak bukan?
4. Memilik cara mengungkapkan kritik atau hinaan dengan cara lebih
halus dan tidak menyinggung perasaan. Misalnya, "Wah ... mas, pas
banget pakai kemeja merah muda. Kulit anda kelihatan cemerlang, dan
anda kelihatan lebih ganteng dibanding pakai kemeja putih". Daripada
mengatakan, "Elo jelek mas, pakai kemeja putih. Ganti deh ama yang
pink, supaya kulit mas yang bluwek itu jadi lebih cemerlang". Kata
teman saya, "Nggak enak kalau tidak ada suara tingginya. Jadi nggak
terasa greget kritiknya. Ntar malah curhat lagi ... "
5. Tanya apa untungnya buat anda setelah melakukan penghinaan?.
Teman saya berkomentar lagi., "Nggak ada untungnya sih buat gue,
Cuma rasanya puaaaasssss gitu loh!". Ia melanjutkan, "Bearti ada
untungnya buat gue ya, bo. Akika puas tuh". Akika itu artinya saya.
6. Pikirkan betapa untungnya ada orang geblek di sekitar hidup kita,
jadi yang pintar bisa tidak punya saingan. Kata teman saya
lai, "Paling nggak ada yang bisa buat dihina ya, bo". Bayangkan saja
bila semua orang pintar, apa jadinya dunia ini?. Maka seperti cerita
Pandawa dan Kurawa, saya selalu berpikir, kalau jadi salah satu
anggota Pandawa, saya akan berterima kasih kepada Kurawa. Karena
kejahatan mereka begitu dahsyatnya, kebaikan saya jadi terlihat sama
dahsyatnya. Bayangkan kalau Kurawa baik banget seperti Pandawa,
apakah hebatnya kebaikan Pandawa?.
Dari Harian Kompas
Tidak ada komentar:
Posting Komentar